Minggu, 07 Desember 2014

PEMODELAN PENURUN TEKANAN UNTUK KENDARAAN BERBAHAN BAKAR GAS DENGAN SIMULASI 3-D
(Studi Kasus : Korelasi Perubahan Posisi pada Penurun Tekanan terhadap Tekanan dim Laju Aliran Massa )
Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-06-07 12:57:53
Oleh : Tulus Burhanuddin Sitorus (NIM : 23198033), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2001-08-00, dengan 1 file

Keyword :
Gas alam, BBG, Kendaraan, Tekanan regulator
Natural gas, CNG, Vehicles, Pressure regulator

Subjek :
Transmitting steam - Steam engineering

Kepala Subjek :
Engineering

Nomor Panggil (DDC) :
T 621.185 SIT

Sumber pengambilan dokumen : Tesis Magister Teknik Mesin. Bidang Khusus Konversi Energi. (20051837)

Abstrak :

Saat ini gas alam atau BBG merupakan bahan bakar yang bersih dan ekonomis serta telah dipakai secara luas di seluruh dunia. Ada sekitar 1.200. 000 kendaraan di dunia yang menggunakan BBG. Kit konversi merupakan seperangkat alat yang ditambahkan pada kendaraan agar mesin dapat bekerja dengan BBG. Dari beberapa penelitian yang dilakukan terhadap karakteristik stabilitas dan prestasi kit menunjukkan bahwa kit konversi yang diimpor di Indonesia masih memerlukan beberapa perbaikan. Peralatan kit konversi ini antara lain terdiri dari tabung pengisian BBG, pencampur, dan penurun tekanan. Pada penelitian ini disimulasikan penurun tekanan yang terdiri dari tiga ruang yang bekerja dengan perubahan posisi katup dipengaruhi oleh tekanan masuk dan tekanan di dalam ruang penurun tekanan. Simulasi 3-D aliran fluida di dalam penurun tekanan ini menggunakan perangkat lunak program CFD Fire versi v7.0b_pl3. Pada pemodelan penurun tekanan ini dilakukan perubahan posisi lubang masuk dan posisi lubang keluar. Hal ini dilakukan untuk melihat korelasi perubahan tekanan di dalam ruang penurun tekanan terhadap perubahan posisi tersebut dan pengaruhnya terhadap laju aliran massa keluar. Disamping itu dilakukan juga perubahan terhadap diameter lubang keluar, tekanan keluar, dan perubahan tekanan masuk Hasil simulasi memperlihatkan bahwa perubahan posisi lubang masuk dan posisi lubang keluar yang dilakukan tidak menunjukkan perubahan yang signifikan baik terhadap tekanan dalam ruang maupun laju aliran massa keluar dari penurun tekanan.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL TORSI
PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA
DENGAN UMPAN BALIK NONLINIER
Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-06-20 10:25:13
Oleh : Dany Setiawan, S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 2001-09-17, dengan 1 file

Keyword : Sistem kontrol torsi, motor induksi, umpan balik nonlinier
Subjek : Instrumentation control
Nomor Panggil (DDC) : T 629.831 2 SET
Sumber pengambilan dokumen : Tesis (Magister Instrumentasi dan Kontrol) (20051796)
Abstrak:

Pemakaian motor induksi sebagai mesin penggerak saat ini semakin meluas seiring dengan kemajuan yang pesat dalam bidang mikroprosessor dan elektronika daya. Kemajuan tersebut menyebabkan pengontrolan yang sulit pada motor induksi akibat adanya penyatuan (coupling) antara komponen arus pembangkit fluks dan torsi dapat diatasi.

Dalam penelitian ini dilakukan pengontrolan torsi motor induksi tiga fasa menggunakan konsep vektor kontrol dengan kerangka acuan arus magnetik rotor untuk memisahkan (decoupling) arus pembangkit fluksi (Isx) dan arus pembangkit torsi (Isy) dengan cara mentransformasikan variabel-variabel tiga fasa (tegangan dan arus) pada motor induksi menjadi variabel-variabel dengan dua sumbu koordinat. Pemisahan ini mengacu pada motor DC yang telah terpisah antara arus pembangkit fluksi dan pembangkit torsi.

Metoda linierisasi masukkan-keluaran (Input-output linierization) kemudian digunakan untuk memperoleh pengontrol bagi sistem nonlinier sehingga memungkinkan perancangan umpan balik keadaan nonlinier untuk mengontrol sistem sebagaimana halnya dilakukan untuk sistem limier.

Dari hasil simulasi pengontrolan torsi dan arus magnetik rotor motor induksi tiga fasa (5 Hp, 1 pasangan pole, 60 Hz, 208 V, 21 A) menggunakan pengontrol P dan P+D diketahui bahwa motor mampu mencapai harga torsi dan arus magnetik rotor yang ditetapkan (set-point) dengan overshoot 0%. Selain itu perubahan parameter tahanan rotor (Rr) menjadi 0.115 SZ (6.5 %) dan induktansi magnetik (Lm) menjadi 0.044 H (2 %) tidak mempengaruhi pengontrolan yang dirancang (tidak sensitif terhadap perubahan parameter).
ARSITEKTUR PERALATAN INSINERATOR SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM PENGOLAHAN SAMPAH YANG DISESUAIKAN DENGAN KONDISI KOTA BANDUNG
Master Theses from JBPTITBPP / 2013-05-10 15:16:50
Oleh : LUKMAN ABDURACHMAN (NIM 23403067); Pembimbing: Dr.Ir. Iwan Inrawan Wiratmadja, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2006, dengan 8 file

Keyword : sampah perkotaan, teknologi pengolahan, insinerator
Nomor Panggil (DDC) : T 658.28 ABD
Url : http://otomasi.lib.itb.ac.id/index.php?menu=library&act=detail&libraryID=52129
Sumber pengambilan dokumen : 20062861
Sampah perkotaan merupakan masalah besar bagi pemerintah kota, karena jurnlahnya terus bertambah sesuai pertumbuhan penduduk, sedangkan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin terbatas. Data Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung tahun 2004 menunjukkan jumlah sampah sekitar 7500 m3/hari, atau setara dengan 1875 ton/hari (dengan asumsi berat jenis sampah sebesar 0.250 ton/m3).
Tahun 2003, BPPT melalui Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan membuat metoda pengelolaan sampah terpadu, dengan rnelakukan proses daur ulang untuk sampah anorganik dan pengkomposan untuk sampah organik, sehingga sisa sampah setelah proses tersebut sebesar 18% atau setara dengan 1350 m3/hari (337.5 ton/hari).
Sisa sampah dapat direduksi lagi untuk menghilangkan sampah secara total dengan menggunakan mesin insinerator, sebagai proses reduksi volume sampah yang paling efektif, yang dapat membakar sampah padat menjadi abu sehingga volumenya tereduksi mencapai 10-20%.
Penelitian ini difokuskan pada desain peralatan insinerator yang sesuai dengan kapasitas sampah Kota Bandung yang mampu memenuhi tantangan claim hal kualitas produk yang terkait erat dengan kebutuhan konsumen (customer needs), desain peralatan dengan kualitas yang baik, serta biaya investasi yang diperlukan.
Perhitungan secara kuantitatif menggunakan analisa konjoin sebagai alat pengukuran konsumen, analisis klaster sebagai alat pengelompokan konsumen, Quality Function Deployment sebagai alat untuk menghasilkan nilai target spesifikasi karakteristik teknis, serta metode Pengembangan Produk Generik dalam penentuan arsitektur produk.
Hasil penelitian menunjukkan peralatan insinerator yang layak digunakan dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung adalah 5 buah insinerator dengan kapasitas masing-masing sebesar 80 ton perhari. Biaya investasi untuk membuat satu buah incinerator tersebut sebesar Rp. 9.822.000.000,- dengan biaya operasional sebesar Rp. 3.000.000,- perhari.

ANALISIS EFISIENSI TENAGA PADA MESIN NIIGATA DIESEL TYPE 8PA5L

ANALYSIS OF POWER EFFICIENCY ON NIIGATA DIESEL ENGINE TYPE 8PA5L

Created by :
PAHLAWAN, REZA AGUS  ( 6308030034 )



SubjectMesin diesel
Alt. Subject Diesel motor
KeywordMachine Niigata type 8PA5L
Efficiency and Reduced engine performance

Description:
Motor diesel memiliki efisiensi termal dan performance yang lebih baik, serta dapat menghasilkan energi yang relatif besar. Laporan filed project ini membahas tentang prinsip kerja Motor Diesel empat tak dan kerusakan pada bagian mesin tentang analisis efisiensi tenaga mesin berkurang pada mesin Niigata type 8PA5L. Mesin yang digunakan pada mesin Niigata type 8PA5L merupakan suatu rangkaian komponen (sistem) yang sangat penting, yaitu sistem yang mengubah panas yang dihasilkan dari proses pembakaran kemudian diubah menjadi kerja melalui mekanisme dengan gerak translasi lurus bolak-balik (reciprocal) dari torak (piston) menjadi gerak putar (rotasi) pada poros engkol. Keausan pada komponen-komponen mesin seperti torak (piston) aus,pegas torak (piston ring) aus, dinding silinder aus dan lain sebagainya akan membuat tenaga mesin berkurang karena tekanan kompresi bocor melewati celah antara silinder dan dinding silinder dan minyak pelumas dari panic atau karter minyak pelumas bocor ke ruang bakar atau minyak pelumas masuk ke dalam ruang bakar yang menyebabkan kerak didalam ruang bakar. Gangguan tenaga mesin berkurang dapat diatasi dengan melakukan pengamatan, perbaikan, dan penggantian komponen mesin yang sudah aus. Keausan komponen mesin yang melebihi batas harus diganti dengan komponen yang baru dan jika masih didalam batas diperbaiki. Simpulan yang dapat diambil dari laporan filed project ini adalah mesin (engine) terdiri dari beberapa komponen seperti torak (piston), pegas torak (piston ring), mekanisme katup (valve mekanism) dan lain sebagainya. Komponen pada mesin akan mengalami keausan oleh sebab itu harus dilakukan perawatan dan juga penyetelan pada komponen-komponen mesin secara teratur. Saran-saran yang diberikan adalah melakukan perawatan mesin dan penyetelan komponen kompoenen pada mesin dengan cara pemeriksan secara visual maupun pengukuran pada komponen-komponen mesin yang harus diperbaiki atau diganti.
EVALUASI BEBAN KERJA OPERATOR ATC DENGAN MENGGUNAKAN METODA OBYEKTIF DAN METODA SUBYEKTIF
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-05-28 11:23:48
Oleh : TAJUDDIN IDRIS (NIM 234 99 012), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2001, dengan 8 file

Keyword : The result shows that air traffic controller physiological workload quite.
Nomor Panggil (DDC) : T 658.312 5 IDR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa beban kerja fisik dan beban kerja mental operator Air Traffic Control (ATC). Hal ini dilakukan karena ATC merupakan salah satu sistem manusia mesin yang berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pesawat, baik yang melakukan pergerakan di darat maupun yang sedang berada di udara.



Penelitian ini dilakukan pada lingkungan kerja nyata dengan menggunakan metoda obyektif berupa pengukuran denyut jantung dan metoda subyektif berupa pengurutan kartu SWAT. Penelitian ini diujikan pada empat orang (3 pria, 1 wanita) operator masing-masing pada tiga shift kerja yakni shift pagi (07.00-14.00 WIB), shift sore (14.00-19.00 WIB), dan shift malam (19.00-07.00 WIB).



Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa beban fisik yang dialami oleh operator ATC pada umumnya rendah untuk semua shift sedangkan beban mentalnya bervariasi tergantung shift kerja.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI METODA PEMBELAJARAN PEMBUBUTAN MENGGUNAKAN SIMULATOR 3D MESIN BUBUT CNC ET-242
DESIGN AND IMPLEMENTATION OF TURING LEARNING METHOD WITH CNC LATHE 3D SIMULATOR ET-242
Master Theses from JBPTITBPP / 2014-08-05 14:04:02
Oleh : ARIEF FAHROZY FEBRIANTO (NIM : 23208322); Pembimbing I : Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman; Pembimbing II : Dr. Ir. Yoga Priyana, S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : simulator 3D mesin bubut CNC, metoda pembelajaran, kompetensi pemesinan, parameter G-code, parameter permesinan, control panel.
Pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukkan mesin CNC sebagai salah satu materi pembelajaran yang harus ditempuh dalam kompetensi kejuruan. Kajian pada penggunaan metoda pembelajaran sangat diperlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. Pada penulisan tesis ini akan dibahas perancangan metoda pembelajaran menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC ET-242.

Perancangan metoda pembelajaran simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya. Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya.

Hasil uji awal metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENETAS TELUR UNGGAS BERKAPASITAS 1200 BUTIR TELUR
DESIGN AND MANUFACTURING OF EGG INCUBATION MACHINE WITH 1200 EGG OF CAPACITY
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-06-30 10:46:45
Oleh : DANIEL KARYODISA (NIM : 13107041); Dosen Pembimbing 1 : Dr. Ir. Abdurachim Halim; Dosen Pembimbing 2 : Dr. Ir. Indrawanto, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file

Keyword : Mesin penetas telur, Perancangan dan Pembuatan Mesin Penetas Telur, Mesin Penetas Telur Unggas
Mesin penetas telur adalah suatu alat yang digunakan untuk mengerami telur sehingga telur menetas menejadi bibit unggas. Kebutuhan akan konsumsi daging unggas yang semakin meningkat mengakibatkan harga unggas dan bibit unggas yang semakin melambung. Mesin penetas telur dapat membantu para

peternak unggas kecil untuk mendapatkan bibit unggas tanpa harus membeli dari peternak pembibit unggas. Pada penyelesaian tugas sarjana ini akan dibuat mesin penetas telur dengan kapasitas yang sesuai untuk peternak unggas kecil yaitu berjumlah 1200 butir. Pada tugas sarjana ini akan dilakukan pencarian faktor apa saja yang berpengaruh terhadap keberhasilan menetasnya telur unggas, kemudian dilakukan pembuatan rancangan gambar mesin penetas telur yang akan dibuat, dan pencatatan data-data yang diperlukan dari mesin penetas telur yang sudah ada di CV Missouri. Kemudian dilakukan analisis terhadap kekuatan rangka, penurunan tekanan, perhitungan panas yang hilang, dan juga perhitungan uap air yang hilang sehingga didapat spesifikasi pemanas, kipas, dan nozzle atomizer serta faktor keamanan dari rangka yang dirancang. Langkah terakhir dari penyelesaian tugas sarjana ini adalah pembuatan sistem kendali, trolley mesin penetas telur, dan

dinding isolator mesin penetas telur. Hasil yang didapat adalah dibutuhkannya pemanas listrik dengan daya sebesar 260 W, nozzle atomizer yang mampu mengeluarkan air dengan debit yang lebih besar dari 2,006 GPH, kipas yang mampu menghasilkan debit 0,87 m3/s pada tekanan drop 19,57 Pa.
Deskripsi Alternatif :

Incubator machine is a device used for incubating eggs so eggs can hatch. The demand for the consumtion of chicken meat which is higher and higher has made the price of the chicken amd the young chicks increase. The incubator

machine surely can help the small capital farmers to have more young chicks easily so that they donĂ‚’t need to buy from the farmer parent stock. The final project for the bachelorĂ‚’s degree assignment is focused to the making of the incubator machine which is convenient for small farmer that can produce the capacity of 1200 eggs to hatch In this final project, the searching of any factors influencing the success of hatching eggs will be do, and then it will design incubator machine and recording data which is needed from the incubator machine which has been used by CV Missouri. And then do the analytic of the strength of the frame, the drop of the pressure, and the calculating of the heat loss, and the calculating the loss of the humidity so it can get specification of the heater, the fan, and the nozzle atomizer as well as the safety factor from the frame designed. The final step of this final project is making the control system, the trolley the incubator machine, and

insulation wall of the incubator machine. The result obtained is the need of the electric heater with the power 260 W, the nozzle atomizer which can eject the water with debit 2.006 GPH, the fan which can make the debit 0.87 m3/s at pressure drop 19.57 Pa