Minggu, 07 Desember 2014

PEMODELAN PENURUN TEKANAN UNTUK KENDARAAN BERBAHAN BAKAR GAS DENGAN SIMULASI 3-D
(Studi Kasus : Korelasi Perubahan Posisi pada Penurun Tekanan terhadap Tekanan dim Laju Aliran Massa )
Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-06-07 12:57:53
Oleh : Tulus Burhanuddin Sitorus (NIM : 23198033), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2001-08-00, dengan 1 file

Keyword :
Gas alam, BBG, Kendaraan, Tekanan regulator
Natural gas, CNG, Vehicles, Pressure regulator

Subjek :
Transmitting steam - Steam engineering

Kepala Subjek :
Engineering

Nomor Panggil (DDC) :
T 621.185 SIT

Sumber pengambilan dokumen : Tesis Magister Teknik Mesin. Bidang Khusus Konversi Energi. (20051837)

Abstrak :

Saat ini gas alam atau BBG merupakan bahan bakar yang bersih dan ekonomis serta telah dipakai secara luas di seluruh dunia. Ada sekitar 1.200. 000 kendaraan di dunia yang menggunakan BBG. Kit konversi merupakan seperangkat alat yang ditambahkan pada kendaraan agar mesin dapat bekerja dengan BBG. Dari beberapa penelitian yang dilakukan terhadap karakteristik stabilitas dan prestasi kit menunjukkan bahwa kit konversi yang diimpor di Indonesia masih memerlukan beberapa perbaikan. Peralatan kit konversi ini antara lain terdiri dari tabung pengisian BBG, pencampur, dan penurun tekanan. Pada penelitian ini disimulasikan penurun tekanan yang terdiri dari tiga ruang yang bekerja dengan perubahan posisi katup dipengaruhi oleh tekanan masuk dan tekanan di dalam ruang penurun tekanan. Simulasi 3-D aliran fluida di dalam penurun tekanan ini menggunakan perangkat lunak program CFD Fire versi v7.0b_pl3. Pada pemodelan penurun tekanan ini dilakukan perubahan posisi lubang masuk dan posisi lubang keluar. Hal ini dilakukan untuk melihat korelasi perubahan tekanan di dalam ruang penurun tekanan terhadap perubahan posisi tersebut dan pengaruhnya terhadap laju aliran massa keluar. Disamping itu dilakukan juga perubahan terhadap diameter lubang keluar, tekanan keluar, dan perubahan tekanan masuk Hasil simulasi memperlihatkan bahwa perubahan posisi lubang masuk dan posisi lubang keluar yang dilakukan tidak menunjukkan perubahan yang signifikan baik terhadap tekanan dalam ruang maupun laju aliran massa keluar dari penurun tekanan.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL TORSI
PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA
DENGAN UMPAN BALIK NONLINIER
Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-06-20 10:25:13
Oleh : Dany Setiawan, S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 2001-09-17, dengan 1 file

Keyword : Sistem kontrol torsi, motor induksi, umpan balik nonlinier
Subjek : Instrumentation control
Nomor Panggil (DDC) : T 629.831 2 SET
Sumber pengambilan dokumen : Tesis (Magister Instrumentasi dan Kontrol) (20051796)
Abstrak:

Pemakaian motor induksi sebagai mesin penggerak saat ini semakin meluas seiring dengan kemajuan yang pesat dalam bidang mikroprosessor dan elektronika daya. Kemajuan tersebut menyebabkan pengontrolan yang sulit pada motor induksi akibat adanya penyatuan (coupling) antara komponen arus pembangkit fluks dan torsi dapat diatasi.

Dalam penelitian ini dilakukan pengontrolan torsi motor induksi tiga fasa menggunakan konsep vektor kontrol dengan kerangka acuan arus magnetik rotor untuk memisahkan (decoupling) arus pembangkit fluksi (Isx) dan arus pembangkit torsi (Isy) dengan cara mentransformasikan variabel-variabel tiga fasa (tegangan dan arus) pada motor induksi menjadi variabel-variabel dengan dua sumbu koordinat. Pemisahan ini mengacu pada motor DC yang telah terpisah antara arus pembangkit fluksi dan pembangkit torsi.

Metoda linierisasi masukkan-keluaran (Input-output linierization) kemudian digunakan untuk memperoleh pengontrol bagi sistem nonlinier sehingga memungkinkan perancangan umpan balik keadaan nonlinier untuk mengontrol sistem sebagaimana halnya dilakukan untuk sistem limier.

Dari hasil simulasi pengontrolan torsi dan arus magnetik rotor motor induksi tiga fasa (5 Hp, 1 pasangan pole, 60 Hz, 208 V, 21 A) menggunakan pengontrol P dan P+D diketahui bahwa motor mampu mencapai harga torsi dan arus magnetik rotor yang ditetapkan (set-point) dengan overshoot 0%. Selain itu perubahan parameter tahanan rotor (Rr) menjadi 0.115 SZ (6.5 %) dan induktansi magnetik (Lm) menjadi 0.044 H (2 %) tidak mempengaruhi pengontrolan yang dirancang (tidak sensitif terhadap perubahan parameter).
ARSITEKTUR PERALATAN INSINERATOR SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM PENGOLAHAN SAMPAH YANG DISESUAIKAN DENGAN KONDISI KOTA BANDUNG
Master Theses from JBPTITBPP / 2013-05-10 15:16:50
Oleh : LUKMAN ABDURACHMAN (NIM 23403067); Pembimbing: Dr.Ir. Iwan Inrawan Wiratmadja, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2006, dengan 8 file

Keyword : sampah perkotaan, teknologi pengolahan, insinerator
Nomor Panggil (DDC) : T 658.28 ABD
Url : http://otomasi.lib.itb.ac.id/index.php?menu=library&act=detail&libraryID=52129
Sumber pengambilan dokumen : 20062861
Sampah perkotaan merupakan masalah besar bagi pemerintah kota, karena jurnlahnya terus bertambah sesuai pertumbuhan penduduk, sedangkan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin terbatas. Data Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung tahun 2004 menunjukkan jumlah sampah sekitar 7500 m3/hari, atau setara dengan 1875 ton/hari (dengan asumsi berat jenis sampah sebesar 0.250 ton/m3).
Tahun 2003, BPPT melalui Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan membuat metoda pengelolaan sampah terpadu, dengan rnelakukan proses daur ulang untuk sampah anorganik dan pengkomposan untuk sampah organik, sehingga sisa sampah setelah proses tersebut sebesar 18% atau setara dengan 1350 m3/hari (337.5 ton/hari).
Sisa sampah dapat direduksi lagi untuk menghilangkan sampah secara total dengan menggunakan mesin insinerator, sebagai proses reduksi volume sampah yang paling efektif, yang dapat membakar sampah padat menjadi abu sehingga volumenya tereduksi mencapai 10-20%.
Penelitian ini difokuskan pada desain peralatan insinerator yang sesuai dengan kapasitas sampah Kota Bandung yang mampu memenuhi tantangan claim hal kualitas produk yang terkait erat dengan kebutuhan konsumen (customer needs), desain peralatan dengan kualitas yang baik, serta biaya investasi yang diperlukan.
Perhitungan secara kuantitatif menggunakan analisa konjoin sebagai alat pengukuran konsumen, analisis klaster sebagai alat pengelompokan konsumen, Quality Function Deployment sebagai alat untuk menghasilkan nilai target spesifikasi karakteristik teknis, serta metode Pengembangan Produk Generik dalam penentuan arsitektur produk.
Hasil penelitian menunjukkan peralatan insinerator yang layak digunakan dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung adalah 5 buah insinerator dengan kapasitas masing-masing sebesar 80 ton perhari. Biaya investasi untuk membuat satu buah incinerator tersebut sebesar Rp. 9.822.000.000,- dengan biaya operasional sebesar Rp. 3.000.000,- perhari.

ANALISIS EFISIENSI TENAGA PADA MESIN NIIGATA DIESEL TYPE 8PA5L

ANALYSIS OF POWER EFFICIENCY ON NIIGATA DIESEL ENGINE TYPE 8PA5L

Created by :
PAHLAWAN, REZA AGUS  ( 6308030034 )



SubjectMesin diesel
Alt. Subject Diesel motor
KeywordMachine Niigata type 8PA5L
Efficiency and Reduced engine performance

Description:
Motor diesel memiliki efisiensi termal dan performance yang lebih baik, serta dapat menghasilkan energi yang relatif besar. Laporan filed project ini membahas tentang prinsip kerja Motor Diesel empat tak dan kerusakan pada bagian mesin tentang analisis efisiensi tenaga mesin berkurang pada mesin Niigata type 8PA5L. Mesin yang digunakan pada mesin Niigata type 8PA5L merupakan suatu rangkaian komponen (sistem) yang sangat penting, yaitu sistem yang mengubah panas yang dihasilkan dari proses pembakaran kemudian diubah menjadi kerja melalui mekanisme dengan gerak translasi lurus bolak-balik (reciprocal) dari torak (piston) menjadi gerak putar (rotasi) pada poros engkol. Keausan pada komponen-komponen mesin seperti torak (piston) aus,pegas torak (piston ring) aus, dinding silinder aus dan lain sebagainya akan membuat tenaga mesin berkurang karena tekanan kompresi bocor melewati celah antara silinder dan dinding silinder dan minyak pelumas dari panic atau karter minyak pelumas bocor ke ruang bakar atau minyak pelumas masuk ke dalam ruang bakar yang menyebabkan kerak didalam ruang bakar. Gangguan tenaga mesin berkurang dapat diatasi dengan melakukan pengamatan, perbaikan, dan penggantian komponen mesin yang sudah aus. Keausan komponen mesin yang melebihi batas harus diganti dengan komponen yang baru dan jika masih didalam batas diperbaiki. Simpulan yang dapat diambil dari laporan filed project ini adalah mesin (engine) terdiri dari beberapa komponen seperti torak (piston), pegas torak (piston ring), mekanisme katup (valve mekanism) dan lain sebagainya. Komponen pada mesin akan mengalami keausan oleh sebab itu harus dilakukan perawatan dan juga penyetelan pada komponen-komponen mesin secara teratur. Saran-saran yang diberikan adalah melakukan perawatan mesin dan penyetelan komponen kompoenen pada mesin dengan cara pemeriksan secara visual maupun pengukuran pada komponen-komponen mesin yang harus diperbaiki atau diganti.
EVALUASI BEBAN KERJA OPERATOR ATC DENGAN MENGGUNAKAN METODA OBYEKTIF DAN METODA SUBYEKTIF
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-05-28 11:23:48
Oleh : TAJUDDIN IDRIS (NIM 234 99 012), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2001, dengan 8 file

Keyword : The result shows that air traffic controller physiological workload quite.
Nomor Panggil (DDC) : T 658.312 5 IDR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa beban kerja fisik dan beban kerja mental operator Air Traffic Control (ATC). Hal ini dilakukan karena ATC merupakan salah satu sistem manusia mesin yang berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pesawat, baik yang melakukan pergerakan di darat maupun yang sedang berada di udara.



Penelitian ini dilakukan pada lingkungan kerja nyata dengan menggunakan metoda obyektif berupa pengukuran denyut jantung dan metoda subyektif berupa pengurutan kartu SWAT. Penelitian ini diujikan pada empat orang (3 pria, 1 wanita) operator masing-masing pada tiga shift kerja yakni shift pagi (07.00-14.00 WIB), shift sore (14.00-19.00 WIB), dan shift malam (19.00-07.00 WIB).



Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa beban fisik yang dialami oleh operator ATC pada umumnya rendah untuk semua shift sedangkan beban mentalnya bervariasi tergantung shift kerja.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI METODA PEMBELAJARAN PEMBUBUTAN MENGGUNAKAN SIMULATOR 3D MESIN BUBUT CNC ET-242
DESIGN AND IMPLEMENTATION OF TURING LEARNING METHOD WITH CNC LATHE 3D SIMULATOR ET-242
Master Theses from JBPTITBPP / 2014-08-05 14:04:02
Oleh : ARIEF FAHROZY FEBRIANTO (NIM : 23208322); Pembimbing I : Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman; Pembimbing II : Dr. Ir. Yoga Priyana, S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : simulator 3D mesin bubut CNC, metoda pembelajaran, kompetensi pemesinan, parameter G-code, parameter permesinan, control panel.
Pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukkan mesin CNC sebagai salah satu materi pembelajaran yang harus ditempuh dalam kompetensi kejuruan. Kajian pada penggunaan metoda pembelajaran sangat diperlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. Pada penulisan tesis ini akan dibahas perancangan metoda pembelajaran menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC ET-242.

Perancangan metoda pembelajaran simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya. Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya.

Hasil uji awal metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENETAS TELUR UNGGAS BERKAPASITAS 1200 BUTIR TELUR
DESIGN AND MANUFACTURING OF EGG INCUBATION MACHINE WITH 1200 EGG OF CAPACITY
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-06-30 10:46:45
Oleh : DANIEL KARYODISA (NIM : 13107041); Dosen Pembimbing 1 : Dr. Ir. Abdurachim Halim; Dosen Pembimbing 2 : Dr. Ir. Indrawanto, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file

Keyword : Mesin penetas telur, Perancangan dan Pembuatan Mesin Penetas Telur, Mesin Penetas Telur Unggas
Mesin penetas telur adalah suatu alat yang digunakan untuk mengerami telur sehingga telur menetas menejadi bibit unggas. Kebutuhan akan konsumsi daging unggas yang semakin meningkat mengakibatkan harga unggas dan bibit unggas yang semakin melambung. Mesin penetas telur dapat membantu para

peternak unggas kecil untuk mendapatkan bibit unggas tanpa harus membeli dari peternak pembibit unggas. Pada penyelesaian tugas sarjana ini akan dibuat mesin penetas telur dengan kapasitas yang sesuai untuk peternak unggas kecil yaitu berjumlah 1200 butir. Pada tugas sarjana ini akan dilakukan pencarian faktor apa saja yang berpengaruh terhadap keberhasilan menetasnya telur unggas, kemudian dilakukan pembuatan rancangan gambar mesin penetas telur yang akan dibuat, dan pencatatan data-data yang diperlukan dari mesin penetas telur yang sudah ada di CV Missouri. Kemudian dilakukan analisis terhadap kekuatan rangka, penurunan tekanan, perhitungan panas yang hilang, dan juga perhitungan uap air yang hilang sehingga didapat spesifikasi pemanas, kipas, dan nozzle atomizer serta faktor keamanan dari rangka yang dirancang. Langkah terakhir dari penyelesaian tugas sarjana ini adalah pembuatan sistem kendali, trolley mesin penetas telur, dan

dinding isolator mesin penetas telur. Hasil yang didapat adalah dibutuhkannya pemanas listrik dengan daya sebesar 260 W, nozzle atomizer yang mampu mengeluarkan air dengan debit yang lebih besar dari 2,006 GPH, kipas yang mampu menghasilkan debit 0,87 m3/s pada tekanan drop 19,57 Pa.
Deskripsi Alternatif :

Incubator machine is a device used for incubating eggs so eggs can hatch. The demand for the consumtion of chicken meat which is higher and higher has made the price of the chicken amd the young chicks increase. The incubator

machine surely can help the small capital farmers to have more young chicks easily so that they donĂ‚’t need to buy from the farmer parent stock. The final project for the bachelorĂ‚’s degree assignment is focused to the making of the incubator machine which is convenient for small farmer that can produce the capacity of 1200 eggs to hatch In this final project, the searching of any factors influencing the success of hatching eggs will be do, and then it will design incubator machine and recording data which is needed from the incubator machine which has been used by CV Missouri. And then do the analytic of the strength of the frame, the drop of the pressure, and the calculating of the heat loss, and the calculating the loss of the humidity so it can get specification of the heater, the fan, and the nozzle atomizer as well as the safety factor from the frame designed. The final step of this final project is making the control system, the trolley the incubator machine, and

insulation wall of the incubator machine. The result obtained is the need of the electric heater with the power 260 W, the nozzle atomizer which can eject the water with debit 2.006 GPH, the fan which can make the debit 0.87 m3/s at pressure drop 19.57 Pa
PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN GEOMETRIS MESIN FREIS BERDASARKAN STANDAR ISO DENGAN STUDI KASUS MESIN CNC VMC 250
DEVELOPMENT OF GEOMETRICAL TEST MODULE OF MILLING MACHINE BASED ON ISO STANDARD WITH CASE STUDY CNC MACHINE VMC 250
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-14 14:53:53
Oleh : JULFIKAR NORIZKI (NIM : 13104056); Pembimbing 1 : Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M.; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Agung Wibowo, M, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 9 file

Keyword : Pengujian Geometris, Mesin Freis, Standar ISO, Mesin CNC VMC 250, ketelitian
Mesin freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk memproses material dengan bentuk prismatik. Mesin freis dapat melakukan berbagai macam operasi pemotongan, seperti pembuatan roda gigi, pembuatan alur, planing, pembuatan lubang (drilling), diesinking, menghaluskan permukaan (facing), dan sebagainya. Karena banyaknya variasi pemotongan yang dapat dilakukan oleh mesin freis, maka mesin freis digolongkan sebagai salah satu mesin perkakas yang paling penting dan serba guna.

Dimensi akhir produk yang bisa dibuat oleh proses freis diharapkan memiliki ketelitian yang bisa memenuhi persyaratan yang diminta seperti yang dinyatakan pada toleransi geometriknya (dimensi, bentuk, posisi, dan kekasaran permukaan). Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pengujian yang sistematis dan lengkap untuk mengetahui ketelitian dari mesin freis. Dari standar ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed height with vertical spindle), diperoleh sembilan metode pengujian untuk mesin freis. Untuk menguji prosedur yang dibuat maka dilakukan studi kasus pada mesin CNC VMC 250.

Pada akhirnya diperoleh kesimpulan pertama dengan mengetahui apakah modul yang dibuat telah memenuhi standar dan dapat diaplikasikan saat pengujian mesin CNC VMC 250. Kemudian, diperoleh kesimpulan kedua untuk mengetahui ketelitian geometrik dari mesin CNC VMC 250 dengan cara membandingkan besarnya penyimpangan yang diperoleh saat pengujian terhadap toleransi geometris yang ditetapkan oleh standar ISO 1984. Akhir kata, diharapkan dari saran-saran yang diberikan pada tugas sarjana ini, dapat diaplikasikan dan dapat memperbaiki modul pengujian geometris mesin freis ini.
Deskripsi Alternatif :

A milling machine is a machine tool used to machine materials with prismatic shape. Milling machine can perform a vast number of cutting operations, such as gears production, groove making, planing, drilling, diesinking, facing, etc. Because they are capable of performing a variety of cutting operations, milling machines are among the most crucial and versatile machine tools.

Final dimension of a product that can be made by milling process is expected to have a qualified accuracy which is requested thus stated at its geometric tolerances (dimension, shape, position, and surface roughness). Therefore, a systematic and complete testing procedure to check the accuracy of milling machine is needed. Nine testing methods for milling machines were obtained from ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed height with vertical spindle). To check the procedures that had been made, a case study at CNC Machine VMC 250 had to be done.

Finally, the first conclusion could be obtained by knowing whether the module that has been made could fulfill the standard and could be applied when testing the CNC Machine VMC 250. Then, the second conclusion to know the geometric accuracy of CNC Machine VMC 250 could be obtained through comparing the deviation which is acquired through testing, with the geometric tolerance that is stated by ISO 1984. At last, it is expected from the suggestions given at this final project, could be applied and could improve this geometrical test module of milling machine.
STUDI SIKLUS FAUZI UNTUK MESIN DAYA
STUDY OF FAUZI CYCLE FOR HEAT ENGINE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-15 14:07:55
Oleh : BINEKA PERDANA (NIM : 131 03 077); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. T. A. Fauzi Soelaiman, MSME, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : Mesin daya, mesin daya Fauzi
Peningkatan performa dari mesin dapat dilakukan melalui perubahan dan perbaikan siklus termodinamikanya. Fauzi mengungkapkan bahwa masih ada kemungkinan terbentuknya siklus-siklus baru dari proses-proses termodinamika seperti proses isobarik, isokhorik, isentropik, isentalpik, dan isotermal. Sebanyak 34 dari 102 set siklus Fauzi yang diajukan untuk menjadi set siklus mesin daya pada studi ini. Set siklus tersebut kemudian dibatasi menjadi beberapa kategori: (1) mesin daya dengan kerja spesifik maksimum, (2) mesin daya modifikasi dari mesin daya umum dan (3) mesin daya yang memanfaatkan panas sisa. Pertama, mesin daya dengan kerja spesifik maksimum merupakan mesin daya dengan bentuk persegi dalam diagram tekanan-volume spesifik. Kedua, mesin daya modifikasi merupakan mesin daya umum yang diganti proses kompresi isentropiknya menjadi isotermal untuk mengurangi rasio kerja baliknya dan menggunakan regenerasi panas untuk meningkatkan efisiensinya. Mesin daya ini mempunyai efisiensi yang lebih tinggi pada rasio kompresi atau rasio tekanan yang rendah dan rasio kerja balik yang lebih rendah kecuali mesin daya Diesel modifikasi yang mempunyai rasio kerja balik yang lebih tinggi. Ketiga, mesin daya yang memanfaatkan panas sisa merupakan mesin daya yang mampu mengambil panas sampai dengan temperatur mendekati temperatur lingkungan. Dengan regenerasi panas, mesin daya Fauzi pada studi ini mempunyai beberapa keunggulan berupa efisiensi yang lebih tinggi dan/atau rasio kerja balik yang lebih rendah dibanding dengan mesin daya umum.
Deskripsi Alternatif :

Engine performance improvement could be done by changing and fixing its thermodynamic cycle. Fauzi says that there are possibilities to form new cycles form its thermodynamic processes, such isobaric, isochoric, isentropic, isenthalpic, and isothermal processes. As many as 34 from 102 Fauzi cycle sets are proposed to be heat engine cycle sets in this study. Those cycle sets then limited into several categories: (1) heat engine with maximum spesific work, (2) modified heat engines from general heat engine, and (3) heat engines that use waste heat. First, heat engine with maximum spesific work is a heat engine with rectangle form in pressure-specific volume diagram. Second, modified heat engines are general heat engines that change their isentropic compression to isothermal compression in order to reduce back-work ratio and use heat regeneration to increase the efficiency. These heat engines have higher efficiency at lower compression ratio or pressure ratio and lower back work ratio except modified Diesel heat engine that has higher back work ratio. Third, heat engines that use waste heat are heat engines that are capable to extract heat until temperature close to sourrounding temperature. With heat regeneration, Fauzi heat engines in this study have several superiorities such as higher efficiency and/or lower back-work ratio than general heat engines.
KAJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN GANDA MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI PENDINGIN DAN PEMANAS AIR
 

Master Theses from JBPTITBPP / 2014-05-02 09:28:48
Oleh : IKA YULIYANI (NIM : 23108008); Pembimbing : Dr. Ir. Abdurrachum Halim; Dr. Ir Jooned Hendrasakti, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 6 file

Keyword : Aircon Water Heater, COP, Pemanfatan ganda, AC, Mesin pengkondisian udara, pendingin, pemanas air

Indonesia adalah salah satu negara yang beriklim tropis dengan udara yang panas dan tingkat kelembaban tinggi. Menurut data dari Badan Meteorologi dan Geofisika pada bulan Mei, Indonesia memiliki kondisi temperatur udara antara 23 oC sampai 36 oC dengan tingkat kelembaban (RH) antara 51 % sampai 98 % [lampiran B]. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mendapatkan udara yang nyaman dan segar dengan menggunakan mesin pengkondisian udara.

Kebutuhan akan kondisi udara yang segar dan adanya fasilitas air panas untuk keperluan mandi mendorong beberapa apartemen, hotel dan perumahan di sebagian kota besar untuk menyedikan mesin pengkondisian udara dan alat pemanas air. Tentu saja hal ini akan memperbesar dana atau biaya yang harus dikeluarkan. Usaha akan pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut dan upaya untuk penghematan membuat beberapa peneliti mencari cara bagaimana menyediakan suatu mesin alternatif yang mempunyai fungsi ganda sebagai pendingin ruangan dan pemanas air.

Teknologi pemanfaatan panas kondensor AC sudah lama dikembangkan, tetapi masih mempunyai banyak kelemahan seperti biaya yang tinggi dan mesin yang tidak handal. Di Teknik Mesin FTMD ITB upaya pemanfaatan panas kondensor untuk pemanasan air sudah lama dimulai, diantara oleh Jefri Sinaga (2000) telah membuat pemanas air yang dipasang secara parallel terhadap kondensor mesin pengkondisian udara dan A.O. Tanuwijaya (2009) telah membuat pemanas air yang dipasang seri terhadap kondensor.

Tetapi penelitian terhadap pemanfaatan ganda pada mesin AC masih perlu dikembangkan karena masih banyak informasi yang belum diketahui seperti pengaruh penambahan unit pemanas air pada rangkaian mesin AC terhadap COP,konsumsi listrik, kinerja kompresor, temperatur evaporator dan keandalan mesin.

Kajian pemanfaatan ganda mesin pengkondisian udara sebagai pendingin dan pemanas air ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik mesin pengkondisian udara seperti COP, konsumsi listrik, kinerja kompresor, temperatur evaporator dan keandalan mesin dari pengaruh penambahan unit pemanas air dengan menggunakan konfigurasi koil yang berbeda.

Penelitian ini dimulai dengan pertama-tama adalah melakukan studi literatur untuk mempelajari makalah dan riset sebelumnya berkaitan dengan pemanfaatan panas dari kondensor mesin pengkondisian udara. Dari tahap ini diharapkan dapat informasi yang lengkap dan berguna untuk mencapai tujuan penelitian ini.

Kedua, perencanaan proses pembuatan unit pemanas air yang akan digabungkan dengan mesin pengkondisian udara. Tujuan dari ini adalah untuk mendapatkan pemanas air yang optimum menyerap panas kondensor dari mesin pengkondisian udara. Pada penelitian ini menggunakan 3 konfigurasi koil penukar panas yang dipasangkan pada tangki pemanas air.

Ketiga, pengujian terhadap mesin pengkondisian udara tanpa pemanas air dan pengujian terhadap pemanas air yang digabungkan dengan mesin pengkondisian udara (AWH). Pengujian dilakukan dengan pengatur kondisi temperatur didalam ruangan. Kemudian selanjutnya adalah melakukan analisa data hasil pengujian.

Secara keseluruhan pemanfatan ganda pada mesin pengkondisian udara sebagai pendingin ruangan dan pemanas air dapat dikatakan berhasil. Kesimpulan yang dapat diambil antara lain:

1. Pemanfatan ganda pada mesin AC mampu menyerap panas dari kondensor dengan daya rata-rata sebesar 1,98 kW atau 52% dari jumlah panas yang terbuang.

2. Aircon Water Heater mampu memproduksi 100 liter panas sampai temperatur 60 oC selama 2Ă‚–3 jam.

3. Penambahan unit pemanas air pada mesin pengkondisian udara dapat menaikkan nilai COPAWH dari mesin tersebut. COP mesin AC tanpa pemanas air sebesar 3,84 mengalami kenaikkan setelah dilengkapi unit pemanas air sebagai berikut:

- COPAWH heliks sebesar 6,5

- COPAWH konus sebesar 6,99

- COPAWH multi U sebesar 6,86

4. Konsumsi daya listrik rata-rata dari sistem AWH cenderung lebih rendah dibandingkan dengan sistem tanpa pemanas air, dan untuk pemakaian sistem AWH sampai temperature 50 oC dapat menghemat listrik sampai 10 %.

5. Distribusi temperature pada koil heliks dan konus cenderung sama, berbeda dengan konfigurasi koil multi U dimana temperature pada dititik atas cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan temperature pada dititik bagian bawah.
ANALISIS TEKNIK DAN EKONOMI UNTUK PERTIMBANGAN PENGGANTIAN MESIN PENGGULUNG BENANG PADA SUATU PABRIK TEKSTIL


Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2013-11-25 10:47:54
Oleh : HARJA (NIM : 13308023) ; Pembimbing : Ir. F.X. Nugroho Soelami, M.B.Env., Ph.D., dan Dr. Ir. Sutanto Hadisupadmo, M.T., S1 - Department of Engineering Physics
Dibuat : 2013-11-25, dengan 8 file

Keyword : mesin TN-33, mesin TN-35, rasio kecepatan, konsumsi energi, biaya produksi, kapasitas produksi
Sebuah pabrik menginginkan peningkatan kapasitas produksi dengan biaya produksi yang semakin murah. Peningkatan kapasitas produksi tersebut dapat dilakukan dengan cara memodifikasi mesin yang ada atau mengganti mesin lama dengan mesin baru. Seringkali mesin yang sudah dimodifikasi masih kalah dalam hal produktivitas serta biaya operasional dibandingkan mesin yang baru sehingga lebih baik mengganti mesin lama dengan mesin baru. Sebelum mengambil keputusan untuk mengganti mesin lama tersebut, perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu keuntungan serta kerugian akibat digantikannya mesin lama dengan mesin baru tersebut sehingga dibutuhkan kajian lebih mendalam berdasarkan sisi teknik dan ekonominya.PT X saat ini mengoperasikan dua jenis mesin, yaitu mesin TN-33 (mesin lama) dan mesin TN-35 (mesin baru). Untuk mengetahui pemakaian energi listrik setiap mesin dilakukan pengambilan data dengan bantuan alat Power Quality Analyser Fluke 43B. Dengan sistem yang digunakan pada mesin TN-35, rasio kecepatan yang diperoleh lebih besar 4 kali lipat daripada rasio kecepatan pada mesin TN-33. Konsumsi energi pada mesin TN-33 sebesar 0,018 kWh/cones sedangkan pada mesin TN-35 sebesar 0,004 kWh/cones (berkurang sebesar 78%). Selain itu pada mesin TN-35 biaya produksi berkurang sebesar 63%, dan kapasitas produksi bertambah sebesar 414%

Senin, 01 Desember 2014

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENCEKAM PELAT- PENEKAN KOPLING (PRESSURE PLATE) PADA MESIN UJI LELAH (STROKING FATIGUE TESTER)

penulis    : FRANS SALOM S.
tahun      : 2010





 Alat Pencekam Pelat- Penekan-Kopling (Pressure Plate), Mesin Uji Lelah (Stroking Fatigue Tester)

Latar belakang pembuatan alat pencekam pelat penekan kopling ini adalah melanjutkan tugas akhir Felix Stephanus (Mesin 2004). Sebelumnya Felix telah merancang dan membuat mesin uji lelah di Laboratorium Mekanika dan Konstruksi Mesin ITB. Mesin uji ini mampu beroperasi dengan baik, namun tidak disertai sistem pencekaman pelat penekan kopling yang memadai. Sistem pencekaman pada sistem tersebut menggunakan baut yang dipasang pada pelat penekan. Sistem pencekaman ini tidak praktis dan tidak mampu mengakomodasi ukuran pelat penekan yang berbeda.

Tugas akhir ini bertujuan untuk menambah nilai pada mesin uji ini dengan cara merancang dan membuat sistem pencekaman yang lebih praktis dan mampu mengakomodasi ukuran pelat penekan yang beragam.

Awal langkah pengerjaan tugas akhir ini adalah dengan melakukan studi literatur dan tinjau patent untuk melihat sistem-sistem pencekam yang sudah beredar di pasaran.

Kemudian penulis meninjau kelebihan dan kekurangan setiap sistem sehingga kemudian dapat merancang sistem pencekam sederhana yang cocok untuk mesin uji lelah tersebut.

Alat pencekam yang dibuat saat ini masih menggunakan tenaga manusia untuk pengoperasiannya, namun di masa yang akan datang dapat ditingkatkan dengan menggunakan sistem aktuator pneumatik. Dengan menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor, penulis merancang beberapa disain sistem pencekam dan meninjau setiap sistem untuk memilih sistem yang paling sesuai digunakan pada mesin uji lelah. Setelah itu pembuatan tiap komponen dan perakitan sistem dilakukan di Laboratorium Mekanika dan Konstruksi Mesin ITB.

Pengujian sistem pencekaman ini dilakukan di laboratorium dengan megoperasikan langsung di mesin uji lelah yang dibuat oleh Felix. Hasil dari pengujian tersebut adalah

sistem ini dapat bekerja dengan baik dan mampu menahan pelat penekan kopling pada tempatnya selama pengujian berlangsung.

PENGEMBANGAN ALGORITMA PENJADWALAN DAN PENJADWALAN ULANG DENGAN MEKANISME PAKSA PADA MESIN DAN JOB

penulis    : Asmuliardi Muluk
tahun      : 1999


Dalam beberapa industri terdapat keadaan di mama kita harus menyewa suatu mesin yang akan digunakan dalam proses produksi job shop dikarenakan mahalnya harga mesin tersebut atau dikarenakan proses yang akan dilakukan pada mesin tersebut terbatas pada selang waktu tertentu. Sehingga operasi dari job-job pada mesin tersebut mesti dialokasikan terlebih dahulu dalam selang jangka waktu tersebut.
Mekanisme penjadwalan seperti demikian dinamakan penjadwalan dengan mekanisme paksa pada mesin. Aigoritma penjadwalan dengan mekanisme paksa untuk mesin telah dikembangkan oleh Suryadi 1992 (selanjutnya disebut dengan mekanisme mesin paksa).Tetapi kondisi penjadwalan belum diketahui bila terjadi gangguan pada algoritma penjadwalan mesin paksa tersebut. Oleh karena itu pada tesis ini dikembangkan beberapa aigoritma penjadwalan ulang apabila terjadi gangguan terhadap mekanisme penjadwalan mesin paksa.
Dan algoritma tersebut dikembangkan suatu algoritma penjadwalan baru yang selanjutnya disebut dengan penjadwalan Job Paksa. Penjadwalan dengan mekanisme Job Paksa diambil dari ide mesin paksa yang memaksakan satu mesin pada selang waktu tertentu, maka penjadwalan Job Paksa memaksakan satu job pada selang waktu tertentu. Hal itu dimungkinkan terjadi apabila dalam proses produksi yang kita lakukan menyewa seorang operator yang mempunyai tingkat keahlian yang tinggi.
Dari penjadwalan Job Paksa dikembangkan beberapa algoritma penjadwalan ulang apabila terjadi gangguan terhadap kondisi penjadwalan dengan mekanisme Job Paksa.



penulis    : Endang Zainal Arif
tahun      : 2007





Simulasi merupakan suatu pendekatan untuk memprediksi suatu kejadian yang akan terjadi dengan cara mengimitasi sistem sebenarnya. Imitasi dari sistem, yang dikenal



sebagai model, kemudian dieksekusi pada sebuah komputer. Hasil yang diperoleh dari simulasi hanya berupa estimasi. Walaupun demikian, simulasi dengan model yang



cukup representatif terhadap sistem sebernarnya dapat memberikan estimasi yang cukup baik.



Pada tugas akhir ini, simulasi akan diterapkan pada suatu permasalahan perencanaan jumlah mesin di lingkungan manufaktur sederhana, yaitu lingkungan job-shop. Pada lingkungan job-shop tersebut, terdapat sejumlah mesin sebagai pelayan yang mengerjakan task dari setiap job yang datang. Semakin banyak job yang membutuhkan pelayanan pada suatu mesin, akan mengakibatkan tingginya 3 ukuran,yaitu rataan jumlah job yang mengantri pada mesin tersebut (average number in queue), rataan penggunaan mesin (average utilization), dan rataan penundaan pada mesin tersebut (average delay in queue). mesin dengan nilai ukuran terbesar ini lah yang paling memerlukan penambahan mesin. Dengan melakukan simulasi, dapat diprediksi pada mesin mana akan terjadi tingginya nilai masing-masing ukuran tersebut. Hasil akhir dari tugas akhir ini adalah aplikasi perangkat lunak yang menerapkan ide di atas untuk menambahkan sejumlah mesin tambahan dengan jumlah berbeda pada lingkungan job-shop yang sudah ada. Dimana penambahan mesin tersebut diharapkan adalah penambahan yang optimal, yaitu paling meminimasi waktu penundaan pada sistem job-shop secara keseluruhan. Kesimpulan yang didapat dari pengerjaan tugas akhir ini adalah perencanaan dengan menggunakan simulasi dan salah satu dari 3 ukuran di atas memberikan hasil yang lebih optimal dibanding dengan perencanaan secara lempang, di mana pada perencanaan tersebut sejumlah mesin tambahan ditambahkan secara merata pada

nilai uts komputer

nilai uts komputer

Minggu, 23 November 2014




APLIKASI PANDUAN KESEHATAN BAGI IBU HAMIL MENGGUNAKAN TELEPON SELULER BERBASIS ANDROID
ISBN 978-602-17488-0-0
Proceeding from JBPTITBPP / 2014-03-21 08:30:00
Oleh : Diana Effendi, Ferry Ardiansyah, Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2014-03-21, dengan 1 file

Keyword : Android, Kesehatan Ibu Hamil.
Android merupakan sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform

terbuka bagi pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri diperangkat mobile.. Pada hasil Survey

Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) selama kurun waktu 1997 sampai dangan 2007 Angka Kematian Ibu (AKI)

sebesar 228 per 100.000. Dikaitan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 yaitu

menurunkan AKI menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per

100.000 hal tersebut di rasa lambat. Terkait masalah tersebut dalam penelitian ini dibuat aplikasi berbasis

Android untuk memberikan panduan kesehatan bagi ibu hamil dan perkembangan janin. Informasi yang tersaji

di aplikasi ini yaitu tanda kehamilan, nutrisi penting selama kehamilan, prinsip makanan yang baik, posisi tidur

yang baik selama kehamilan, kiat mendapatkan bayi laki-laki/perempuan, perkembangan janin, contoh nama

anak baik laki-laki maupun perempuan, olahraga bagi ibu hamil, informasi mengenai seks bagi ibu hamil.

Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan Android Software Development Kit (Android SDK), Android

Development Tools (ADT) dan Eclipse IDE dengan Java sebagai bahasa pemrograman. Dengan adanya aplikasi

ini diharapkan penyebaran informasi mengenai kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin dapat diakses

dengan mudah tanpa dibatasi waktu dan cakupan wilayah secara mobile, sehingga target MDGs 20015 bisa

tercapai dengan cepat.



Hubungan antara economic value added dengan market value added dan identifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi economic value added: studi kasus perusahaan-perusahaan di PT.Bursa Efek Jakarta.
Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:33
Oleh : Muhammad Hendry, S2-Industrial Management
Dibuat : 1999-00, dengan file

Keyword : Stock exchange; share value; Company condition
Stock Exchange trader, observers and academicians are nowadays wondering firstly, what factors have actually affected capitalized by the market in the formation of value of a share in the stock Exchange. Secondly, what research method can accurately and comprehensively give appropriate judgement on the condition of a company? In the late 1980s Stren Stewart & Co. found new concept called Economic Value Added (EVA). This concept is an approach in evaluating company performance by fairly focus on producing EVA which is gained through the reduction of capital expenditure resulted from the given investment. Unlike the traditional performance measurement, EVA is independent meaning that it does not require comparative analysis with other similar companies or produce tendency or trend analysis. IF EVA 0, there is an economic value added to the company and if EVA 0, there is no economic value added or there has been an elimination of shareholders wealth, since the current profit can not meet their expectations. This research is trying to apply EVA and MVA concept in order to firstly measure company's performance, secondly it is aimed to know whether the company's performance improvement (EVA) will increase the price of its share in the market(MVA).
Finally, it is intended to identify variable (cash flow variables such as AKO, AKI, AKP and financial ratio variables such as ROI, ROE, LDE, LDTC, TDE, TDTA and TATO) that significantly
influence the creation of company's image (EVA) of those listed in the Jakarta Stock Exchange.
These companies are categorized into index group of LQ-45 having the highest market and liquidity
value from 1994 to 1996. It is found out that EVA has a significant influence to MVA, yet its
influence is still weak meaning that MVA has not fully reflected EVA information. There are only 7
significant variables out of 10 which influence the creation of company's image, i.e. AKI, AKP,
LDE, TDE, AKO, ROE and LDTC.



PERENCANAAN PROSES PEMBUATAN POMPA HIDRAULIK RAM
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-06 10:27:06
Oleh : AG. DEDIE SATRIYO UTOMO (NIM 13103147), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Pompa hidraulik ram, Komponen standar
Pompa hidraulik ram adalah pompa yang tidak memerlukan energi dari luar, baik itu motor listrik maupun motor dengan bahan bakar. Pompa ini bergerak secara otomatis akibat dari energi aliran air. Pompa hidraulik ram merupakan solusi bagi masyarakat pedesaan atau daerah terpencil yang membutuhkan pompa dimana daerah tersebut belum terjangkau listrik.




Proses pembuatan pompa hidram tidak terlalu sulit, material yang dibutuhkan untuk pembuatan komponen-komponennya mudah didapatkan di pasaran. Sebagian besar pembuatan komponen-komponen pompa hidram dilakukan dengan proses pemesinan dengan menggunakan mesin bubut, mesin frais, mesin gurdi, dan mesin las, dan sebagian lain dapat langsung dibeli di pasaran, yang merupakan komponen-komponen standar.




Harga pokok produksi pompa hidram dihasilkan dari survey dan data harga material, ongkos sewa mesin dan operator yang didapat dari PT. XYZ, harga komponen standar di pasaran serta estimasi waktu proses tiap komponen dari pompa hidraulik ram. Dari harga pokok produksi yang dihasilkan mungkin dapat dijadikan referensi untuk pembuatan pompa hidraulik ram dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan anggaran biaya yang ada.